Jakarta – Sekolah Sepakbola (SSB) Bina Taruna menjalin kerja sama dengan klub asal Jepang FC Tokyo. Salah satu programnya untuk memberikan kesempatan sejumlah anak-anak berlatih di Jepang.

Jalinan kerja sama tersebut resmi diumumkan di Aula Stadion Bea Cukai, Jakarta, Kamis (18/5/2017). Dalam kesempatan itu, hadir
Siswo Suharto, selaku perwakilan dari BTFA, Presiden FC Tokyo, Naoki Ogane dan Managing Directors J League, Daisuke Nakanishi.

Siswo mengaku sangat senang bisa bekerja sama dengan FC Tokyo. Dengan adanya program tersebut, menjadi kesempatan besar bagi anak-anak untuk berkembang di masa depannya.

“Kerja sama ini menjadi harapan baru bagi BTFA karena kami memiliki kesempatan untuk berkembang dan membawa sepakbola Indonesia lebih maju,” ujar Siswo.

Menurut Naoki Ogane nantinya FC Tokyo akan menyiapkan empat program untuk BTFA. Yang pertama adalah mengirim pelatih untuk terlibat langsung dalam latihan selama satu tahun ke depan. Program itu disebutnya menjadi yang pertama dari klub J League.

Yang kedua nantinya FC Tokyo akan memberikan kesempatan kepada anak-anak dari BTFA berlatih di Jepang. Selama di sana, akan ada pertandingan uji coba yang hingga saat ini waktu dan tempat masih dalam pembahasan.

Program terakhir adalah menyatukan program antara pelatih FC Tokyo dan BTFA dalam sebuah kesempatan. Tujuannya agar program latihan untuk anak-anak BTFA akan sesuai dengan standar yang diterapkan di Jepang.

“BTFA sudah memiliki sejarah yang cukup lama di Indonesia. Menurut saya, BTFA merupakan akademi terbaik di Indonesia saat ini,” ujar Naoki.

Sementara itu Managing Directors J League, Daisuke Nakanishi, berharap dengan adanya jalinan ini, Indonesia akan menjadi salah satu negara Asia yang berlaga di Piala Dunia.

Seperti diketahui, pada Piala Dunia 2026 mendatang jatah negara Asia di Piala Dunia akan bertambah menjadi sembilan. Salah satu cara untuk mempersiapkannya adalah Indonesia disebut harus memperbaiki kualitas pembinaan sepakbola usia dini.

“20 tahun lalu di Merdeka Cup, Jepang kesulitan mengalahkan Indonesia. Tapi setelah kita membenahi usia dini, kita bisa masuk ke Piala Dunia. Yang paling penting dalam sepakbola adalah pengembangan usia muda,” kata Daisuke.

Sebelum menjalani kerja sama ini, BTFA lebih dulu mengirimkan tiga anak berlatih di FC Tokyo pada beberapa waktu lalu. Dua di antaranya kini masuk ke timnas U-19.

(ads/cas)


NO COMMENTS